Trading dan Investasi
ad1
Iklan Gratis
Apa dan bagaimana cara membuat trading plan ?
Belajar
Juni 01, 2015
![]() |
| Apa dan bagaimana cara membuat trading plan ? |
Dikatakan bahwa memiliki trading plan adalah salah satu kunci kesuksesan bagi seorang trader, sebuah trading plan akan membuat perdagangan lebih sederhana, lebih bebas emosi dan bebas stress.
Memiliki trading plan bisa diibaratkan seperti ketika kita memiliki perangkat GPS. Kita menentukan kemana arah tujuan kita, kemudian GPS akan menunjukkan pada kita rute jalan untuk sampai ke tempat tujuan tersebut. Kita dapat terus memeriksa GPS untuk melihat apakah kita masih di jalur yang benar atau tidak. Seperti itulah sebuah trading plan, dengan trading plan maka kita dapat dengan mudah melakukan aktifitas trading, karena kita sudah menentukan rutenya ! Kita menentukan rute kita menuju tujuan kita yaitu trading yang konsisten profitable.
sebenarnya apa dan bagaimana cara membuat trading plan ?
Definisi trading plan
Trading plan atau rencana perdagangan adalah seperangkat pedoman, yang memuat struktur rencana untuk menentukan aktivitas perdagangan yang kita lakukan. Trading plan dapat membuat kita untuk tetap pada jalur yang seharusnya. Trading plan merupakan peta yang dapat kita gunakan untuk mencapai tujuan utama kegiatan trading yaitu mendapatkan profit sebanyak-banyaknya dengan resiko kerugian yang sekecil-kecilnya.
Seperti halnya peta pada umumnya, trading plan juga menyediakan rute-rute yang jelas untuk perjalanan karir trading kita. Sehingga dengan memiliki trading plan kita tidak akan tersesat dan merasa ragu-ragu dalam menjalani profesi sebagai seorang trader.
Cara membuat trading plan
Sebuah trading plan harus dirancang oleh masing-masing trader, karena trading plan tersebut haruslah sesuai dengan karakter dan kondisi trader yang menerapkannya. Namun ada poin-poin utama yang dapat digunakan oleh semua trader untuk merancang trading plan mereka. Poin-poin utama tersebut adalah :
#1
Tipe trader
Hal pertama yang harus ditentukan dalam rencana trading(trading plan) adalah tentang trader tipe yang manakah kita ?
Apakah seorang scalper ?
Day trader ?
Swing trader ?
Atau mungkin positional trader ?
#2
Time frame
Setelah menentukan tipe trader yang manakah kita, selanjutnya berdasarkan tipe tersebut maka tentukanlah time frame yang mana yang cocok untuk kita ?
Apakah menggunakan time frame 1 menit ?
5 menit ? 15 menit ? 30 menit ? 1 jam ? 4 jam ?
1 hari ? 1 minggu ? 1 bulan ?
Menggunakan Renko box ?
Atau bahkan menggunakan Range Bar ?
Dst.
#3
Gaya trading
Berikutnya kita harus menentukan gaya trading kita seperti apa ?
Apakah kita seorang trend follower ?
Contrarian/counter trend ?
Breakout trader ?
Hedger ?
Atau bahkan news trader ?
#4
Sesi trading
Tentukan sesi tradingmu sesuai dengan gaya tradingmu.
Apakah ada hari tertentu untuk melakukan trading ?
Apakah ada jam tertentu untuk melakukan trading ?
Apakah ada news tertentu untuk melakukan trading ?
#5
Jenis order
Lalu kita tentukan menggunakan tipe order yang manakah kita dalam melakukan transaksi perdagangan di pasar forex ?
Apakah menggunakan eksekusi langsung secara manual ?
Apakah menggunakan script untuk melakukan eksekusi ?
Apakah menggunakan pending order buy stop atau sell stop ?
Apakah menggunakan pending order buy limit atau sell limit ?
#6
Metode kontrol
Selanjutnya kita harus menentukan, metode kontrol apa yang kita gunakan ?
Apakah trading secara manual ?
Atau trading menggunakan robot(Expert Advisor) ?
Atau mungkin kombinasi keduanya ?
#7
Metode analisa
Metode analisa apakah yang kita gunakan dalam membaca arah pergerakkan harga ?
Apakah anda menggunakan analisa fundamental ?
Menggunakan analisa tehnikal ?
Menggunakan analisa fundamental & tehnikal ?
Atau mungkin menggunakan analisa lainnya ?
#8
Sistem trading
Lalu sistem trading apakah yang kita gunakan ?
Apa saja indikator news yang digunakan ?
Apa saja indikator tehnikal yang digunakan ?
Atau apa saja indikator analisa lainnya yang digunakan ?
#9
Entry rule
Ketika kondisi seperti apa kita dapat melakukan transaksi perdagangan(open posisi) ?
Saat nilai news seperti apa ?
Atau saat indikator tehnikal menunjukkan kondisi seperti apa ?
#10
Exit rule
Pada keadaan seperti apa kita dapat menutup transaksi perdagangan(close posisi) ?
Apakah menggunakan target profit dalam jumlah uang ?
Apakah menggunakan Take profit dalam pips ?
Apakah menunggu hingga muncul sinyal entry selanjutnya ?
Apakah menutup semua posisi ketika berganti hari ?
Dst.
#11
Resiko disiapkan
Berapakah resiko yang kita persiapkan untuk membatasi kerugian ?
Apakah xxx pips untuk setiap posisi trading ?
Apakah sekian jumlah uang untuk satu sesi trading ?
Apakah sekian % dari balance untuk setiap posisi ?
Dst.
#12
Pengamanan keuntungan
Ketika posisi trading kita dalam keadaan untung apakah ada pengamanan keuntungan yang diterapkan ?
Apakah menggunakan trailing stop ?
Atau membiarkan posisi menyentuh TP adau SL ?
#13
Instrument target
Pada pair apakah kita akan melakukan trading ?
Apakah pada pair utama(major pair) ?
Apakah pada cross pair ?
Apakah pada exotic pair ?
Apakah pada komoditas ?
Apakah pada CFD ?
#14
Target keuntungan
Berapakah yang menjadi target keuntungan dari tradingmu ?
Berapa keuntungan dalam jumlah uang yang diharapkan dalam 1 hari, 1 minggu, 1 bulan, atau bahkan 1 tahun ?
Atau mungkin target keuntungan dalam persentase ?
#15
Pengelolaan keuntungan
Ketika target keuntungan telah tercapai lalu apa yang akan kau lakukan ?
Berapa jumlah uang yang akan kamu tarik(withdraw) ?
Berapa persen keuntungan yang akan kamu nikmati ?
Berapa persen keuntungan yang kamu tambahkan ke modal ?
Mungkin memiliki rencana perdagangan/trading plan tidak selalu menjamin kesuksesan seorang trader, namun yang pasti memiliki trading plan dapat meningkatkan kemungkinan kita untuk menjadi seorang trader yang sukses. Memiliki rencana selalu lebih baik dari pada tidak memiliki rencana sama sekali, karena dengan memiliki rencana artinya kita sudah mempertimbangkan kemungkinan-kemungkinan yang mungkin dan dapat terjadi dimasa depan lalu melakukan beberapa antisipasi.
Ada peribahasa barat yang mengatakan :
“If you fail to plan, then you’ve already planned to fail.”
Artinya :
Jika kamu gagal untuk merencanakan, maka kamu berencana untuk gagal.
Demikianlah pembahasan tentang apa dan bagaimana cara membuat trading plan. Semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar :
Posting Komentar
Leave A Comment...