Trading dan Investasi
ad1
Iklan Gratis
Dasar-dasar money management untuk trading forex
Belajar
Juni 16, 2015
![]() |
| Dasar-dasar money management untuk trading forex |
Dasar-dasar money management untuk trading forex
Jika kita memutuskan untuk serius terjun dalam bisnis trading forex, maka penggunaan money management yang baik adalah suatu keharusan. Money management adalah faktor yang sangat menentukan kesuksesan seorang trader. Sebenarnya money management tidak hanya berlaku di sektor bisnis keuangan seperti forex saja, namun berlaku untuk semua jenis bisnis. Siapapun orangnya, jika ia bisa mengelola keuangan dengan baik maka ia akan sukses.
Money
management memegang peranan yang lebih penting dari pada sebuah sistem trading,
sebaik apapun sistem trading yang digunakan oleh seorang trader jika tanpa
menggunakan money management yang baik maka hasilnya akan sia-sia. Dan
sebaliknya, walaupun seorang trader menggunakan sistem trading yang buruk
sekalipun namun dengan menggunakan money management yang baik maka akan
berakhir dengan baik pula. Bahkan beberapa trader tidak memerlukan sistem trading,
dan hanya melakukan analisa harga secara sederhana, namun mereka berakhir
dengan kesuksesan karena menerapkan money management yang baik.
Memang mungkin
terlihat sulit untuk dipercaya, namun itulah kenyataannya. Tidak peduli sistem
trading apa yang kita gunakan, tidak peduli sekompleks apa analisa harga yang
kita lakukan, dan tidak peduli seberapa besar modal yang kita miliki, semuanya
akan berakhir dengan kerugian jika tidak menerapkan money management. Oleh
karena itu sangatlah penting bagi kita untuk menggunakan money management yang
baik dan terukur.
Fungsi money management
Dalam
bisnis pada umumnya, fungsi money management adalah untuk mengelola resiko
kerugian dan selanjutnya mengelola keuntungan yang diperoleh dari kegiatan
bisnis tersebut. Dalam trading forex, fungsi money management tidak jauh
berbeda, hanya saja ada beberapa penyesuaian. Penggunaan
money management yang baik akan sangat menentukan keberhasilan seorang trader.
Trader yang tidak memahami dan tidak menerapkan money management yang baik
dapat dipastikan TIDAK AKAN PROFITABLE. Money management adalah bagian dari
sebuah trading plan, yang harus ditaati oleh masing-masing trader.
Dalam
penerapannya, money management akan berbeda-beda bagi setiap trader, karena
money management harus disesuaikan dengan kemampuan finansial dan psikologi
sang trader. Namun begitu, ada aturan-aturan baku dalam membuat rancangan money
management.
Berikut adalah dasar-dasar money management untuk trading forex :
![]() |
| Dasar-dasar money management untuk trading forex |
Dapat
dipastikan setiap trader profesional selalu mengingatkan kita agar “Trade only
with money you can afford to lose” , maksudnya adalah gunakanlah uang sebagai
modal trading yang kita siap untuk kehilangannya, janganlah menggunakan uang
sebagai modal trading yang uang tersebut untuk kebutuhan hidup sehari-hari atau
untuk keperluan penting lainnya. Karena pada sektor finansial dan aktivitas
trading sangat beresiko tinggi bagi seseorang untuk kehilangan uangnya.
Sayangnya
kebanyakkan orang melupakan faktor resiko tersebut, yang akhirnya mereka malah
meresikokan uang yang sebenarnya tidak patut untuk diresikokan. Bahkan tidak
jarang orang sampai berhutang kesana-kemari, menjaminkan aset-aset berharganya
untuk dijadikan modal trading. Tindakkan tersebut justru berbahaya, karena pada
akhirnya akan memberi dampak buruk pada psikologis trader yang dapat merusak kegiatan tradingnya.
Siapa yang bisa trading dengan santai sementara ia sedang dikejar-kejar hutang
dan tagihan disana-sini ? Itu sama saja seperti, tidak mungkin seseorang bisa
duduk santai sambil menikmati secangkir kopi sementara ada perang dan orang-orang
saling baku tembak dihadapannya !
Oleh
karena itu sangat penting untuk menggunakan uang yang tidak terpakai sebagai
modal trading. Besarnya tentu disesuaikan dengan kemampuan finansial
masing-masing.
Berapa modal margin yang siap kita resikokan untuk satu sesi trading ?
Terlepas
dari tipe trader apa kita, merupakan suatu keharusan untuk menetapkan berapa
modal yang siap kita resikokan dalam setiap sesi trading. Jika misalnya modal
kita adalah 100 USD, maka dari modal tersebut kita harus menentukan berapa dolar
yang kita resikokan untuk setiap sesi trading.
Ada
beberapa cara untuk menentukan resiko modal margin untuk setiap sesi, yaitu :
Berdasarkan jumlah
Misalkan kita siap
meresikokan 10 USD dari total modal 100 USD, untuk setiap sesi trading.
Berdasarkan
seperbagian
Misalkan kita siap
meresikokan ¼ bagian dari total modal 100 USD, atau sejumlah 25 USD untuk
setiap sesi trading.
Berdasarkan
persentase
Misalkan kita siap
meresikokan 5% dari total modal 100 USD, atau sejumlah 5 USD untuk setiap sesi
trading.
Contoh
jika kita seorang day trader, maka ketika kita siap meresikokan sebesar 25 USD
untuk setiap sesi(dalam hal ini adalah 1 hari), maka ketika kita mengalami
kerugian sebesar 25 USD pada hari tersebut, kita harus berhenti trading dan
baru melakukan trading kembali di hari berikutnya.
Berapa modal yang siap kita resikokan untuk setiap transaksi ?
Setelah
kita menentukan berapa modal margin yang siap kita resikokan untuk satu sesi
trading, maka selanjutnya kita harus menentukan berapa yang siap kita resikokan
untuk setiap open posisi. Misal dari contoh sebelumnya, jika dalam satu sesi
kita siap meresikokan 25 USD, maka kita harus tentukan dari jumlah tersebut mau
kita bagi menjadi berapa kesempatan atau berapa peluru ? Hal tersebut berkaitan
dengan seberapa besar nilai stop loss yang kita tentukan untuk setiap transaksi
yang selanjutnya akan menentukan berapa besar Lot yang harus kita gunakan.
Jika
misalkan, kesempatan hanya 1 kali dan SL kita adalah sebesar 20 pips untuk
setiap transaksi, maka perhitungannya adalah(asumsi perhitungan nilai pips pair major) sebagai berikut : 25 USD / 200(poin) / 1(kesempatan) = 0,125 Lot atau
dibulatkan menjadi 0,12 Lot untuk 1 kali kesempatan.
Contoh
lain jika misalkan, kesempatan adalah 2 kali dan SL kita adalah sebesar 50 pips
untuk setiap transaksi, maka perhitungannya adalah(asumsi perhitungan nilai pips pair major) sebagai berikut : 25 USD / 500(poin) / 2(kesempatan) = 0,025
Lot atau dibulatkan menjadi 0,02 Lot untuk 2 kali kesempatan.
Berapa jumlah order untuk setiap transaksi ?
Selanjutnya
tentukan berapa jumlah order yang akan kita buka dalam rentang waktu yang
berdekatan atau mungkin hampir bersamaan saat melakukan transaksi. Misalnya,
dengan resiko 25 USD dengan 2 kali kesempatan yang masing-masing dengan SL 50
pips dan lot 0,02 kita langsung menggunakan dua kesempatan tersebut disatu
transaksi dengan jarak OP yang berdekatan, atau mungkin kita membatasi hanya
membuka satu order saja dan baru akan membuka order ke dua ketika order pertama
dalam keadaan sudah ter-close.
Berapa rasio risk : reward(R:R) yang digunakan untuk setiap transaksi ?
Ini
adalah bagian terpenting dalam money management trading, kita harus menentukan
seberapa besar rasio risk dan reward yang kita gunakan. Misalkan kita
menggunakan rasio Risk : Reward 1:2, maka artinya jika nilai SL kita adalah 50
pips maka nilai TP(take profit) kita harus 100 pips, jika 1:3 dan SL 50 pips
maka TP nya adalah 150 pips.
Dengan
menerapkan money management yang baik maka seorang trader akan lebih profitable
dalam jangka panjang. Karena trading forex adalah sebuah bisnis maka kita harus
merencanakan semuanya dengan matang, termasuk merencanakan dan mengatur money
management kita, sehingga kita akan melipat-gandakan peluang untuk menghasilkan
uang dari pasar forex.
Demikianlah
pembahasan tentang dasar-dasar money management untuk trading forex, semoga
bermanfaat.


Tidak ada komentar :
Posting Komentar
Leave A Comment...