Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

Inilah hal-hal yang membuatmu tidak profitable !

hal-hal yang membuatmu tidak profitable
Inilah hal-hal yang membuatmu tidak profitable !

Disebutkan bahwa mayoritas trader retail tidak profitable dan selalu menjadi pecundang, hanya 5% sampai 10 % saja trader retail yang konsisten profitable, pernah kah anda bertanya-tanya mengapa bisa begitu ?

Berikut adalah hal-hal yang membuatmu tidak profitable :


Tidak memiliki trading plan
Mayoritas trader pemula/amatir tidak mengerti dan tidak peduli tentang trading plan. Mereka masuk pasar dan melakukan transaksi secara sporadis tanpa rencana yang matang. Ketika mereka menghadapi kondisi yang terjadi di pasar mereka bingung karena sebelumnya mereka tidak mempersiapkan rencana sama sekali. Bila anda ingin mengetahui dan belajar tentang trading plan silahkan membaca artikel saya tentang apa dan bagaimana cara membuat trading plan ?

Trading plan akan menjadi garis besar haluan trading(GBHT) kita, yang akan menjadi pedoman bagi kita tentang bagaimana kita melakukan trading, kapan waktunya kita melakukan transaksi perdagangan dan kapan waktunya kita menutup perdagangan, seberapa besar resiko yang kita persiapkan, alternatif apa yang akan kita terapkan ketika fluktuasi tidak sesuai dengan harapan, seberapa besar keuntungan yang kita anggap sudah cukup atau lebih dari cukup, dll.


Tidak patuh pada trading plan
Kesalahan kedua yang paling sering dilakukan oleh trader pemula/amatir adalah mereka sering atau bahkan selalu saja melanggar aturan dan rencana trading mereka sendiri. Melanggar aturan dan rencana itu selalu menghasilkan sesuatu yang buruk, apalagi jika aturan dan rencana tersebut anda buat sendiri. Bagi para pelanggar aturan selalu saja ada alasan dan alibi bagi mereka untuk melakukan pelanggaran tersebut. Seperti perkataan ‘tangan gatal’ , ‘gak sabar nunggu moment’ , ‘takut ketinggalan moment’ , ‘saya yakin harga pasti kembali’  . Dan seringkali mereka memperkuat alibi mereka dengan analisa tambahan yang dibuat-buat untuk meyakinkan diri bahwa mereka sudah melakukan hal yang benar, mereka akan membuang analisa sebelumnya dan tidak mempertimbangkan analisa lain yang tidak sesuai dengan transaksi perdagangan yang dilakukannya.

Untuk menjadi trader yang profitable, cobalah untuk taat dan patuh pada segala aturan dan rencana yang anda buat sendiri. Anda harus taat dan patuh pada setiap poin yang terdapat didalamnya, TANPA TERKECUALI DAN TANPA ALIBI !


Melakukan trading Balas Dendam
Banyak trader ketika mereka mengalami kerugian, mereka tidak dapat menerima kerugian tersebut sebagai sebuah resiko bisnis. Lalu hal aneh berikutnya yang mereka lakukan adalah melakukan ‘balas dendam’ pada market, padahal itu tidak mungkin dapat dilakukan. Mengapa tidak mungkin ? Karena yang dilakukan market hanyalah merekam kegiatan para pelaku pasar atas tindakkan perdagangan yang mereka lakukan, lalu menampilkan informasi tersebut, jadi market/pasar tidak melakukan kesalahan apapun, traderlah yang melakukan kesalahan tersebut.

Seorang trader yang menyalahkan market ibaratnya seperti orang yang jatuh karena tersandung batu lalu ia memaki batu tersebut, padahal batu tersebut tidak melakukan apapun ! Bukan kah itu gila ? Ya, trader yang marah dan melakukan balas dendam terhadap market sama gila nya dengan orang yang tersandung batu tersebut !

Seharusnya ketika kita mengalami kerugian maka hadapi dan terimalah itu sebagai resiko dari bisnis, karena tidak ada bisnis yang selalu untung. Kita harus bertanggung-jawab atas segala tindakkan yang kita lakukan, dan apabila terjadi kesalahan/kerugian maka janganlah melempar tanggung-jawab tersebut pada orang atau hal lain.


Berharap
Mempunyai harapan tidaklah salah, harapan adalah sebuah bentuk doa untuk impian yang ingin diraih. Namun ketika kita melakukan transaksi perdagangan dan ternyata fluktuasi harga berlawanan dengan posisi perdagangan tersebut, biasanya kita akan berharap agar harga kembali dan mengarah sesuai dengan posisi perdagangan kita, dan itu salah !

Kenapa salah ? Karena saat kita melakukan hal tersebut sebenarnya yang terjadi adalah kita tidak percaya pada analisa kita, kita tidak percaya dengan trading plan yang kita buat, dan kita tidak menerima kenyataan bahwa bisnis bisa saja mengalami kerugian ! Efek yang dapat timbul ketika kita melakukannya adalah, kita dapat melanggar aturan trading kita sendiri, mengubah trading plan, meresikokan lebih banyak uang, dan yang paling parah adalah kita menjadi tidak percaya pada diri sendiri.

Seperti yang saya katakan sebelumnya bahwa, berharap itu tidaklah salah, kita boleh berharap sebelum melakukan analisa dan eksekusi perdagangan, tetapi ketika transaksi sudah dilakukan maka berhentilah berharap dan biarkan takdir menentukan apakah transaksi kita akan untung atau rugi pada akhirnya.


Tamak
Dalam bisnis trading forex, sangat mudah bagi seseorang untuk menjadi tamak. Sebagian besar dari kita seringkali merasa bahwa berapapun uang yang kita dapat belumlah cukup. Kita selalu merasa tidak puas dengan apa yang kita dapatkan. Ketamakkan inilah yang membuat kebanyakkan dari kita menjadi tidak profitable, ketamakkan akan membuat kita membuang-buang keuntungan yang kita peroleh dan menggantinya dengan kerugian !

Ketamakkan muncul karena kita seringkali mengaitkan kegiatan trading kita dengan faktor-faktor diluar pasar, misalnya faktor kebutuhan rumah tangga, biaya cicilan rumah dan kendaraan yang harus dilunasi, ingin memiliki ini dan itu, mungkin hingga keinginan untuk menikah lagi ?! Semua orang pasti punya kebutuhan dan keinginan, dan mereka pasti mencoba untuk dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Namun ketika hasrat akan kebutuhan tersebut tidak bisa kita kendalikan maka aktifitas trading kita akan dihantui dan diganggu olehnya. Pada akhirnya muncul lah rasa tidak pernah cukup, rasa tamak yang dapat menghancurkan trading kita.

Untuk menjadi trader yang profitable, kita harus belajar untuk mengendalikan sifat tamak, jangan sampai kita dikendalikan oleh sifat tamak tersebut.


Takut
Selain berharap dan tamak, kesalahan lain yang sering dilakukan oleh trader pemula adalah merasa takut. Rasa takut seringkali menyabotase aktifitas trading kita. Ketika kita sudah menentukan seberapa besar nilai stop loss kita, maka janganlah merasa takut jika kita terkena stop loss. Jangan karena kita takut menderita kerugian, yang telah dipersiapkan dan diantisipasi sebelumnya dalam trading plan, kita malah melakukan kesalahan fatal dengan menghilangkan stop loss dan malah menderita kebangkrutan ! Itu konyol namanya !

Kita semua takut terbakar api, karena ketakutan tersebut kita menciptakan cara untuk memadamkan api, kita juga menciptakan alat pengaman untuk menghindari sentuhan langsung dengan api pada peralatan dapur kita, kita juga menciptakan alat pendingin, kita juga bahkan menciptakan krim tabir surya, dsb. Kita sebagai manusia diberi rasa takut oleh Sang Maha Pencipta, agar kita bisa mengatur resiko, agar kita dapat melakukan perencanaan untuk mengantisipasi kemungkinan yang akan terjadi dan bagaimana menghadapinya, dan agar kita tahu batasan yang kita miliki. Jadi seharusnya kita memanfaatkan rasa takut tersebut agar kita dapat mengatasinya, bukan malah dikalahkan oleh rasa takut tersebut. Ketika kita dikalahkan oleh rasa takut, maka kita malah akan melakukan hal-hal buruk yang dapat membahayakan diri kita sendiri. Maka atasilah rasa takut kita untuk menjadi trader yang profitable !


Menggandakan kerugian diluar rencana
Hal berikutnya yang dapat membuat kita tidak profitable yaitu menggandakan kerugian diluar rencana. Maksudnya adalah ketika posisi perdagangan kita mengalami kerugian, bukannya membiarkan posisi tersebut terkena stop loss(SL) yang sudah disiapkan, kita malah menghilangkan stop loss tersebut dan menambah posisi yang baru dengan lot yang sama atau lebih besar dari posisi sebelumnya. Hal tersebut dapat membuat semua rencana trading(trading plan) yang kita buat sebelumnya menjadi berantakkan, yang dapat berujung pada kebangkrutan.

Perlu saya tekankan disini bahwa saya TIDAK MENYALAHKAN strategi transaksi yang bersifat averaging dan martingale, BUKAN ITU yang saya maksudkan. Jika pada trading plan kita memang terdapat rencana untuk melakukan averaging dan atau martingale maka tidak masalah jika kita melakukannya.

Tetapi jika pada trading plan kita tidak terdapat rencana untuk melakukannya, namun ketika market bergerak berlawanan dengan posisi kita ternyata kita melakukannya, itu lah yang SALAH ! Kita harus mengikuti apa yang menjadi rencana trading kita dari awal hingga selesai. Janganlah menggandakan kerugian dan meresikokan lebih banyak uang melebihi kemampuan kita.


Demikianlah pembahasan tentang hal-hal yang membuatmu tidak profitable, semoga kita dapat mengambil pelajaran dan dapat memperbaiki diri untuk menjadi trader yang lebih baik lagi dimasa mendatang. Semoga bermanfaat.


Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Leave A Comment...

ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia

Broker Kripto

Tempo Doeloe

Olahan Makanan

Ulasan Film

Keimanan dan Keyakinan

Top Bisnis Online

Tips dan Trik